RSS
Tampilkan postingan dengan label NPM 16111430. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NPM 16111430. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN SOSIAL


Setiap individu pasti akan memiliki fase perubahan, dengan perubahan dari individu ini tidak dipungkiri perubahan sosial pun pasti akan terjadi. Contohnya dalam kehidupan pendidikan, kita memiliki banyak perubahan sosial seiring perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat. Seperti pendidikan di Indonesoa, kita dapat melihat perubahan yang terjadi, pada 10 tahun lalu untuk kenaikan jenjang SD ke SMP, SMP ke SMA, dan SMA ke Perguruan Tinggi standar nilai tidak ditentukan oleh pemerintah. Tapi saat ini semua nilai sudah distandarisai oleh pemerintah melalui UN (Ujian Nasional). Karena perubahan ini terjadilah banyak pro dan kontra pendapat yang terlontar.  
            Pemerintah menerapkan ini semua pasti ada tujuannya, pemerintah berfikir dengan cara standarisasi nilai yang ditentukan maka akan tercipta generasi-generasi muda yang dapat meneruskan bangsa ini. Hal ini dilakukan juga untuk pembangunan masyarakat yang kompeten dimasa mendatang, oleh karena itu pemerintah harus membuat suatu perubahan dimulai dari yang kecil, dan salah satunya dengan mengubah standarisasi pembelajaran hingga penilaiannya.

Kamis, 15 Desember 2011

INTEGRASI SOSIAL DAN INTEGRASI NASIONAL


“Menurut bahasa Integrasi adalah gabungan dari sesuatu. Sedangkan menurut istilah Integrasi dapat di artikan dengan penggabungan sesuatu yang didasari oleh adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari individu, kelurga, lembaga, masyarakat, dan nasional.”
Dilihat dari pengertian Integrasi Nasional, saat ini bangsa dan Negara Indonesia sedang mengalami krisis Integrasi Nasional. Banyak konflik yang belum bisa di selesaikan oleh bangsa Indonesia sendiri. Dari konflik korupsi yang semangkin maraknya, perbedaan pendapat sehingga terjadi pembantaian dan pelanggaran HAM dan masih banyak lagi. Sepertinya membangun dan mempertahankan Iitegrasi Nasional adalah di Indonesia cukup sulit.
Untuk memperkokoh Integrasi Nasional bangsa Indonesia harus memperhatikan hal-hal berikut ini, seperti pentingnya memiliki kepemimpinan yang arif dan efektif, membangun kelembagaan yang berdasarkan pada nilai dan norma persatuan dan kesatuan bangsa, konkret tegas dan tepat dalam membentuk aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, membangun dan menghidupkan komitmen, kesadaran, dan kehendak untuk bersatu.
Integrasi Nasional juga memicu perubahan yang diinginkan oleh masyarakat, perubahan ini juga yang menghasilkan Integrasi Sosial. Perubahan ini semakin membuktikan bahwa sistem sosial, nilai, adat-istiadat, norma, atau hukum yang berlaku di Indonesia khusunya sudah tidak berjalan dengan semestinya, dan sudah saatnya diubah.

Bentuk Integrasi Sosial
“Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli.”
            Hal ini juga sedang marak terjadi di Indonesia, dapat dilihat dengan banyak masyarakat Indonesia yang lebih senang menggunakan produk buatan luar negeri dari pada butan dalam negeri.
“Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.”

PERTENTANGAN SOSIAL

Seiring perubahan zaman saat ini, semakin marak pula perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan sebuah pertentangan atau konflik. Seperti yang saat ini sedang marak dibicarakan yaitu pembantaian manusia yang terjadi di Lampung. Bentrok antara warga Lampung melawan karyawan PT Sumber Wangi Alam (SWA) dipicu oleh sengketa lahan, sehingga terjadi pertentangan yang menimbulkan pembantaian yang menyebabkan tujuh orang tewas. Pertentangan ini sudah jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).
Pertentangan dapat dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Factor-faktor penyebabnya adalah Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan, Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda, Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok, Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Sabtu, 26 November 2011

KOTA, MASYARAKAT KOTA, DAN PEMBANGUNAN KOTA

Pendapat saya tentang Kota adalah sebuah pemukiman yang sangat padat penduduknya, jalan yang sangat macet, banyaknya polusi udara, di dominasi dengan kesibukan setiap harinya di perkantoran, sekolah dan lain-lain, terdapat banyak pula gedung-gedung tinggi yang menjulang, tersedianya tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan (mall), tersedianya tempat-tempat untuk parkir, dan terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga, dan lain-lain.
Dengan perubahan teknologi yang pesat pula di perkotaan dan kesuksesan pembangunan tata kota maupun masyarakat kota yang mapan, banyak masyarakat desa yang berfikir bahwa di kota sangat mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang yang banyak. Hal ini dapat dilihat secara fisik yang ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruang yang mewah, barang-barang yang mahal, dan memiliki berbagai fasilitas yang sangat lengkap untuk mendukung kehidupan secara mandiri. Aspek-aspek ini adalah aspek yang menunjang masyarakat kota untuk berfikir bahwa mereka dapat hidup secara mandiri.
Banyaknya masyarakat yang hidup secara mandiri mereka berfikir bahwa apa yang mereka bisa dapatkan dan yang mereka punya sangat cukup untuk kehidupan mereka, dengan kata lain mereka tidak peduli dengan kehidupan bergotong royong seperti dipedesaan. Dengan perubahan kota yang pesat dan pemikiran masyarakat yang modern, di perkotaan sangat terlihat adanya pelapisan sosial ekonomi, jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial diantara warganya, dengen berbagai macam kesibukan hal ini dapat merubah masyarakat kota menjadi masyarakat yang sangat menghargai waktu, dan masyarakat yang lebih mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial, ini disebabkan adanya keterbukaan terhadap pengaruh luar.
Mengapa hal ini bisa terjadi ? Karena semua fasilitas, pembangunan perkotaan secara fisik maupun pemikiran yang sangat berkembang dan maju adalah faktor pemicu yang sangat kuat dalam hal ini.

DESA, MASAYARAKAT DESA, DAN PEMBANGUNAN DESA

Menurut pemikiran saya, Desa adalah permukiman di area perdesaan. Area pedesaan adalah area yang biasanya sangat sejuk, asri, hijau, jauh dari jangkauan polusi udara, dan sangat terasa dengan masyarakat yang ramah tamah. Desa juga sering disebut dengan kampung. Sebuah desa biasanya dipimpim oleh seorang Kepala Desa. Selain Kepala Desa di desa juga terdapat perangkat desa, biasanya terdiri dari wakil kepala desa, sekretaris, dan perangkat lainnya. Dan terdapat pula badan permusyawarahan desa, yang fungsinya adalah menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa.
Menelusuri kehidupan masyarakat desa sehari-hari kita dapat melihat, bahwa kehidupan keagamaan di pedesaan sangat kental dan terasa. Kebanyakan dari masyarakat desa mereka tidak bisa hidup perorangan atau individu yang mementingkan kehidupan mereka sendiri, tetapi mereka adalah makhluk atau masyarakat yang membuktikan bahwa manusia adalah makhluk yang saling bergantung terhadap makhluk lainnya. Hal ini di buktikan pula dengan cara mereka bergotong royong membangun pedesaan baik, fisik desa, kepribadian desa maupun membangun pola fikir masyarakat desa agar lebih maju.
Awal sebuah desa dibentuk oleh masyarakat dengan memperhatikan asal-usul desa dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan beberapa desa, atau wilayah bagian desa yang berdekatan, atau dari satu desa menjadi dua desa atau lebih. Sebuah desa dapat berubah sesuai apa yang disepakati oleh masyarakat desa melalui pemikiran atau aspirasi yang ada melalui badan pemusyawarahan masyarakat desa tersebut. Pembanguna sebuah desa juga dapat dilihat dari perubahan fisik, pola fikir masyarakat dari awal desa tersebut terbentuk hingga perubahan-perubahan yang terlihat dan terasa. Desa juga mempunyai ciri budaya khas atau adat istiadat, adat istiadat ini juga dapat berubah atau bertambah dengan berjalannya waktu, dan perubahan pemikiran.

Kamis, 03 November 2011

PELAPISAN SOSIAL DESA DAN KESAMAAN DERAJAT

Banyak yang berpendapat bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan atau pengelompokan masyarakat secara bertingkat. Sedangkan  menurut beberpa ahli seperti Drs. Robert M.Z. Lawang Pelapisan Sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise. Sedangkan pelapisan sosial menurut Max Weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Dan dapat disimpulkan Pelapisan sosial adalah perbedaan /penggolongan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis) menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise yang termasuk dalam sistem sosial.
Kesamaan derajat, sebelumnya kita sering mendengar kata “emansipasi wanita”. Emansipasi sendiri ialah istilah yang digunakan untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat. Kalau kita angkat kata “emansipasi wanita”, dibenak kita pasti tefikir oleh sosok pahlawan wanita yang sangat terkenal yaitu Ibu Kartini.
Bisa kita lihat dari kehidupan nyata, seperti kesetaraan merupakan hal yang dimiliki manusia sejak lahir. Setiap individu memiliki hak-hak dasar yang sama sejak dilahirkan atau yang disebut dengan hak asasi manusia. Meskipun dengan beraneka ragam identitas mulai, dari agama, status sosial, budaya, sukubangsa, kebangsawanan, atau pun kekayaan, kekuasaan dan lain-lainnya.